Header Ads

Membangun Kalbar Dari Toilet

EntrepreneurKreatif.com- Membangun Kalbar Dari Toilet. Tahukah SobatPreneur, Menurut laporan LSM WaterAid yang berjudul  It's No Joke: The State of the World's Toilets 2015 menunjukkan data bahwa 2,3 miliar penduduk atau hampir sepertiga penduduk dunia masih tak memiliki toilet pribadi. 


Revolusi  Toilet di China

Toilet umum bagi Presiden China Xi Jinping sangat menentukan hajat hidup orang banyak, baik masyarakat Cina ataupun wisatawan asing. Bahkan Xi menganggap revolusi jamban alias toilet sebagai barometer kemajuan sebuah peradaban. 


setelah revolusi toilet, kunjungan wisatawan di China meningkat 50 persen

Pada Juli tahun lalu, ia juga pernah menyuarakan pentingnya revolusi ini untuk daerah pedesaan ketika mengunjungi Provinsi Jilin dan menyaksikan ada petani yang masih menggunakan toilet tradisional. Mengapa ia begitu memprioritaskan pembaharuan infrastruktur jamban di Cina? Ada dua alasan utama.

Pertama, toilet yang aman dan nyaman meningkatkan pengalaman para wisatawan yang   melancong di Cina. Untuk itu, pembangunan dan renovasi toilet di kota-kota tujuan favorit wisatawan dan ruang umum seperti taman kota menjadi salah satu prioritas program revolusi toilet yang berlangsung saat ini. Kedua, infrastruktur sanitasi yang higienis dan nyaman akan meningkatkan kesehatan publik khususnya untuk masyarakat pedesaan.  

Secara teknis, revolusi toilet ini tentunya tidak bisa diwujudkan dengan gampang dan sederhana. Cheng, et.al (2017) menjelaskan ada empat aspek utama yang dilakukan dalam program revolusi toilet, yaitu: pemisahan kotoran manusia dari pemukiman masyarakat, pembangunan infrastruktur sanitasi yang nyaman, mencegah polusi lingkungan dari sistem sanitasi yang buruk dan melakukan aktivitas daur ulang kotoran. 

Setelah gaung pertama revolusi toilet pada tahun 2015 oleh Presiden Xi, data Badan Nasional Pariwisata China mencatat, hingga bulan Oktober 2017, telah dibangun 68.000 toilet untuk para wisatawan. Peningkatan kualitas infrastruktur pendukung pariwisata sejalan dengan peningkatan pendapatan industri pariwisata Cina. Pada 2016, industri pariwisata Cina membukukan pendapatan sebesar 3,9 triliun yuan. Angka ini meningkat sebanyak 14 persen dari tahun sebelumnya.  Xi berharap dapat menambah atau memperbarui lebih dari 70.000 toilet sebelum akhir tahun. Tujuan revolusi toilet: membuat toilet jongkok yang sering tidak dilengkapi tisu menjadi lebih ramah bagi wisatawan
Sementara itu, kontribusi total industri pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto Cina mencapai 9 persen pada 2016 dan diprediksi akan meningkat hingga 11 persen pada 2027.  Untuk periode 2018 sampai 2020, Pemerintah Cina telah merencanakan penambahan 47.000 toilet baru dan merenovasi sebanyak 17.000 toilet.

Selain China, Tibet juga sedang giat melakukan revolusi toilet. Sebanyak  2.000 toilet akan dibangun terutama di tempat wisata, di sepanjang jalan raya utama dan di tempat umum yang menjadi pusat warga lokal dan wisatawan, kata Sonam Nyima, Direktur Departemen Pembangunan Perkotaan-Pedesaan dan Perumahan Tibet, sebagaimana diberitakan Xinhua. Pemerintah Kota Shannan di Tibet Selatan berencana membuat 200 toilet baru di lokasi wisata pada tahun ini.

Di India, Krisis akses ke toilet dapat menyebabkan orang bercerai, pemerkosaan dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Seorang perempuan India Uttar Pradesh menolak untuk menikah dengan tunangan karena sang kekasih menolak untuk membangun toilet. Persoalan toilet dan buang air sembarang tempat salah satu masalah yang memalukan di India. Dalam laporan wateraid,org, pada 2015, India menjadi negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia yaitu 774,2 juta penduduk yang hidup tanpa memiliki toilet pribadi. 

Bila melihat dari perbandingan penduduk yang tidak memiliki toilet dengan total populasi, maka negara-negara di Afrika menduduki posisi teratas. Di Sudan Selatan, sekitar 93,3 persen dari populasi negara tersebut tak memiliki toilet pribadi. Setelahnya disusul Nigeria atau sekitar 89,1 persen dari populasi tak memiliki toilet pribadi. 

Sedangkan jika dilihat dari jumlah penduduk, maka India adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak yang tak memiliki toilet pribadi. Cina menempati posisi ketiga dengan jumlah 329,8 juta penduduk. Di posisi ketiga ada Nigeria dengan 130 juta penduduk yang tak memiliki akses ke toilet pribadi. Indonesia juga masuk dalam daftar negara-negara yang punya akses minim terhadap toilet pribadi. Dalam laporan wateraid tersebut, Indonesia berada persis di bawah Nigeria dengan 100,1 juta penduduk yang tak memiliki toilet pribadi.  Penduduk di Asia menjadi yang paling banyak melakukan buang air sembarangan berdasarkan rasio per kilometer persegi. 

Dalam deretan 10 besar tersebut terdapat lima negara Asia seperti India, Nepal, Kamboja, Pakistan dan Indonesia. India menjadi yang terbanyak melakukan buang air besar di ruang terbuka yakni 173 orang per satu kilometer. 
Indonesia berada di posisi ke-10 dengan 27 orang per kilometer yang melakukan buang air besar di ruang terbuka atau sembarangan. Dalam laporan Antara, khusus Jakarta, terdapat sekitar 1 juta penduduk yang buang air besar secara sembarangan. 

Forbes baru-baru ini dalam laporannya yang berjudul This List Of Asia's 5 Dirtiest Cities Reveals Toxic Threats From China To India mencantumkan daftar kota-kota di Asia dengan kondisi sanitasi dan lingkungan hidup paling kotor berdasarkan yang namanya sering disebut oleh laporan media dan LSM di negara bersangkutan. Dalam laporan itu, Kalimantan masuk daftar sebagai wilayah dengan lingkungan hidup paling buruk untuk ditinggali. Sayangnya Forbes tidak merinci secara spesifik kota mana di Kalimantan yang mendapat cap buruk tersebut. Forbes hanya menyebutkan Kalimantan sebagai wilayah yang kerap kali mengalami kondisi buruk udara akibat pembakaran hutan.

NGO Pure Health menyebut bahwa Kalimantan memiliki polusi udara dengan kandungan merkuri sangat tinggi. Setidaknya ada 43.000 orang di pulau ini yang hidup dan tinggal di lingkungan yang udaranya tercemar merkuri, kebanyakan dari mereka adalah warga yang hidup di sekitar tambang emas. United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) menyebut 1.000 ton merkuri mencemari udara di sekitar tambang setiap tahunnya. Tidak hanya di udara, merkuri juga mencemari sungai dan ikan-ikan di Sungai Kahayan. Ikan yang tercemar merkuri juga dikonsumsi manusia yang tinggal di sekitar sungai. 

Sumber: Tirto.id

Membangun Kalbar Dari Toilet
Pilgub serentak  yang tengah berlangsung di Kalbar menghadirkan 3 pasang calon gubernur. Tapi sejauh ini, tidak satu pun yang punya program untuk membenahi toilet di ruang publik maupun di tempat yang sering dijadikan tempat berkumpul banyak orang, Taman Budaya Kalbar misalnya.

Sungguh memprihatinkan sekali kondisi Taman Budaya Kalbar saat ini, terutama toiletnya. Hampir semua toilet di gedung tersebut tidak ada airnya alias kering. Di ruang teater toiletnya sangat kotor dan airnya kering kerontang. Hanya ada satu ruang yang toiletnya sangat jauh dan terletak di ujung yang gelap dan sepi, namun airnya lancar. Saya pernah mengantri lama untuk buang air kecil di satu-satunya toilet bersih di Taman Budaya Kalbar, karena ternyata dipakai mandi. Pertanyaannya, ke mana larinya APBD Kalbar selama 10 tahun ini? ada isu yang beredar bahwa anggaran lebih difokuskan membangun Rumah Radank. Benarkah? Padahal Rumah Radank sangat jarang digunakan sebagai tempat berkumpul para seniman Kalbar dan acara-acara seni lainnya. Kenapa lebih diprioritaskan?

Di luar Pontianak, banyak sekali toilet umum di tempat-tempat wisata yang sangat tidak terawat, seperti di Paloh, Sambas, yang merupakan tempat wisata sekaligus penangkaran penyu langka yang sering dikunjungi wisatawan luar. Seandainya pemerintah Kalbar memprioritaskan revolusi toilet di tempat wisata seluruh Kalbar, maka wisatawan akan lebih banyak berkunjung ke provinsi ini dalam waktu lama. Saya tunggu para calon gubernur Kalbar menggaungkan program Membangun Kalbar Dari Toilet.

1 comment:

Powered by Blogger.