Header Ads

Candu Medsos

EntrepreneurKreatif.Com-Candu medsos. Saya baru saja keluar dari salah satu grup WhatsApp (untuk selanjutnya disebut WA) tadi malam. Sebulan lalu, saya keluar dari dua buah grup WA. Sebenarnya, BBM dan WhatsApp disebut instant messenger, bukan medsos. Tapi, karena sekarang fungsinya sudah seperti media sosial, jadi tak salah kiranya saya sebut media sosial juga.



Saya juga berpikir kepingin menutup sementara akun Facebook. Rasanya, sejak saya aktif menjadi pengurus harian di beberapa komunitas (dan semua komunitas itu sudah pasti membuat Grup WA), rasanya ponsel jadul saya dengan RAM kecil ini sudah tidak kuat lagi dihujani Grup WA, seperti masyarakat Jakarta-khususnya Kepulauan Seribu-yang terus-terusan dihujani sembako di masa tenang Pilkada DKI lalu,  dan akhirnya yang ‘menghujani’ keok juga.

Sebagai penulis, saya merasa kini sudah sangat jarang sekali membaca. Padahal, membaca adalah amunisi penting bagi seorang penulis. Dulu, dalam satu bulan paling tidak saya bisa membaca empat buah buku. Berarti satu buku saya baca tuntas dalam seminggu. Sekarang, bisa baca satu buku dalam sebulan pun rasanya sudah prestasi. Parahnya lagi, aktivitas menulis pun-termasuk menulis di blog ini, sudah sangat jarang saya lakukan. Terakhir, saya menulis di blog ini satu bulan lalu dengan artikel ringan ini.

Memang, sebagai pekerja kreatif kita terkadang membutuhkan informasi dari media sosial, terutama Grup WA, terutama kalau ada perubahan jadwal dari acara yang kita ikuti. Tapi kalau sudah terlalu penuh, otak kita menjadi jenuh. Bahkan, presenter senior sekelas Sarah Sechan pun akhirnya menutup akun Instagramnya beberapa waktu lalu. Reza Rahardian malah tidak punya satu pun akun medsos resmi baik di Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya. Toh job mereka lancar-lancar saja. 

Kembali kepada saya yang sangat jarang menulis di blog lagi akhir-akhir ini (sibuk, cyin), rasanya saya perlu memaksa diri ini melakukan ‘diet medsos’ untuk mengurangi ‘lemak’ yang mengganggu dan hanya menyita waktu produktif saya. Selain juga melakukan diet untuk mengurai lemak tubuh. Yihaa! 

Akhir kata saya tuliskan, semoga Tuhan menjauhkan kita semua dari ‘iblis’ digital bernama candu medsos ini. Tabik.

1 comment:

Rahmat Menong said...

Medsos mengganggu, baru yak maok bace buku, udah bedering hape masuk pesan yang entah dari mane WA, FB dan juga SMS biase.

Powered by Blogger.