Header Ads

Ke Jogja, Aku (Ingin) Kembali...

EntrepreneurKreatif.Com-Ke Jogja, Aku (Ingin) Kembali...setelah 24 tahun menanti. Yup. Bener banget. 14 tahun lalu pertama kali saya ke Jogja, tentu saja bersama rombongan keluarga dari Pontianak. Waktu itu pas liburan SD. Itu pun nggak 100% ke Jogja, tapi nginap di Magelang tempat Oom. Dari Jakarta, aku, ibu, dan adikku yang ikut rombongan keluarga dari Pontianak naik Kapal Lawit ke Tanjung Priok, Jekarda. Sampai di sana dijemput Oom yang waktu itu jadi kepala salah satu BUMN di Karawang dan nginap di rumah dinasnya pas belakang kantor. Besoknya, si oom yang rencananya memang mau mengkhitan putranya di satu tempat di Jogja (ceritanya dulu beliau sempat jadi Kepala BUMN di sana) menyetir mobil sendiri membawa kami ke sana. Seru banget! melewati beberapa kota hingga akhirnya sampe ke Magelang which is salah satu kota terdekat dengan Jogja. Itu kisahku waktu liburan ke Yogyakarta-mungkin lebih tepatnya Magelang-duapuluhempattahunsilam. Lampau banget, ya?

sengaja warnanya remang-remang

Nah, sejak beberapa tahun terakhir, aku merasa sangat bosan sekali menghabiskan malam pergantian tahun di Pontianak yang locusnya cuma 2; kalo nggak di rumah sendiri yang biasanya cuma diisi dengan nonton tivi sambil ngemil kue dan minuman soda warna hitam itu sampai kembung, sembari mendengar dangdutan live dari rumah tetangga hingga jam satu dini. Jam 11.30 pm biasanya kami ke luar dan duduk di teras menonton kembang api hingga jam 01.00 pagi. Habis itu tidur dan dipastikan bangunnya kesiangan. Opsi kedua, di rumah abangku yang juga sama bosannya (minus dangdutan). Biasanya kakak iparku membuat jagung bakar. Udah, itu aja. Kalau di Pontianak sih bagiku tahun baru? ya, tahun lama juga.

Cuma dua kali aku sempat merayakan malam pergantian tahun di luar Pontianak, meski masih di Kalbar. Pertama di Sukadana, yang di 2007 lalu resmi menjadi ibukota Kabupaten Kayong Utara. Sebelumnya Sukadana adalah salah satu kecamatan di wilayah Kab. Ketapang, Kalbar yang punya 25 kecamatan. mungkin luas Ketapang itu sama dengan luas satu provinsi di Pulau jawa. Ibarat orang yang punya 25 orang anak, jelas tidak semua mendapat perhatian dan kasih sayang penuh dari ortu. Boro-boro, ortu bisa hafal nama aja udah warbiasak ya, Sobatpreneur? 

Waktu itu suasananya khidmat banget, nggak ada terompet, apalagi telolet. Sunyi, Oom. Trus di Kab. Sambas tahun 2014-2015 sebelum besoknya cabut ke Ponti (sudah rindu nge-mall). Dan malam tahun baru di Sambas itu adalah moment yang tak terlupakan bagiku sampai kapan pun. Ya. Aku melewatkan malam pergantian itu di atas Jembatan Sabok yang baru selesai dibangun dan belum bisa dilalui kendaraan apa pun. Itu adalah momen yang takkan pernah terulang lagi seumur hidup, meski tahun depan aku kembali ke TKP yang sama. Kenapa? karena sudah pasti jembatan itu dipadati kendaraan yang lalu-lalang. Mana bisa selfie lagi.

Kembali ke Jogja setelah 24 tahun tidak ke sana (lagi) tentu seperti menjelajahi tempat yang sama sekali asing. Sangking exciting-nya, aku sampai pengen banget jadi backpacker dengan menghemat uang semaksimal mungkin dan hampir saja memesan tiket kapal Ponti-Semarang. Tapi nggak jadi. Aku sedih banget, sumpah! Aku merasa sudah gagal jadi backpacker, padahal sudah tak sabar ingin bertualang naik kapal laut. Rasanya pengin kusobek tiket pesawat itu sangking kesalnya. Njir!

Tapi apa pun itu, tetap harus disyukuri, ya SobatPreneur. Tidak semua bisa seberuntung kita, bukan? Doaken semoga sayah bisa mencapai target menjelajahi 3 kota sekaligus (Jogja-Solo-Semarang atau Magelang) di liburan kali ini. Jangan nagih oleh-oleh, ya? Sayah lagih kereh! Selamat berlibur, temans.

1 comment:

Muhamad Huda said...

Coba main main k bandung gan, dijamin lupa jogja :D

Powered by Blogger.